Kebijaksanaan Bojan Malisic dan Sikap Hormatnya pada PSSI

Pemain bertahan Persib Bandung, Bojan Malisic menyikapi suspensi yang diberi PSSI lewat komisi disiplinnya dengan bijak.

Kendati mendapat sanksi sulit, dia mengatakan masih menghargai federasi sepakbola Indonesia itu.

Karena sebuah pelanggaran fatal yang diperpuatnya pada satu dari sekian banyak pesepakbola Persija Jakarta, Novri Setiwawan, Bojan Malisic memperoleh larangan berlaga sampai 4 pertandingan ke depan.

Suspensi ini diperoleh selepas Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menggelar sidang buat mengkaji kejadian di pertandingan Matchday ke-23 Liga 1 2018 ini.

Tapi, ditengah cobaan ini, Bojan senantiasa berperilaku bijak serta tidak tertarik memperburuk suasana dengan protes-protes berlebihan.

Justru, lelaki dari Serbia ini menyatakan setingkat lebih bagus dengan bersikap rileks serta masih memusatkan perhatian.

“Semua ini keputusan melalui federasi serta aku tak dapat mengatakan banyak serta merasa sakit hati. Aku cuma mendapat serta tak dapat merubah apakah pun” tutur Bojan, kutip BolaSport. com melalui Tibun Jabar.

Bersama menjalankan protes, imbuh bintang bernomor punggung 4 ini, cuma bakal menguras energinya karena keputusan itu masih takkan berganti.

“Jika team saya menerimanya dengan emosi ini tak bagus buat skuat, bukanlah cuma buat pribadi, ” katanya.

Malahan, dia mengimbau semua rekan-rekan satu timnya supaya senantiasa menghargai segela keputusan yang sudah dilontarkan oleh PSSI sebagai federasi sepakbola tanah air.

“Federasi tetap federasi serta rombongan saya seharusnya masih menghargai mereka, tak perduli mereka memberi sanksi satu, lima ataupun sepuluh pertandingan serta team saya wajib menerimanya secara yang positif, ” katanya.

Pada penghujung, dia mengungkapkan apabila yang tervital buat sekarang merupakan senantiasa memusatkan perhatian buat mempertahankan tempat pucuk sampai penghujung kompetisi musim mendatang.

“Kami mesti melajutkan itu serta masih memusatkan perhatian sebab masih beberapa laga ke depan, rombongan saya tengah di tempat tertinggi menjadi team saya masih wajib berusaha, ” tutur Mali.

Leave a Reply

Your email address will not be published.