Cara Patenkan Produk

Cara Patenkan Produk Adalah Salah Satu Hal Yang Amat Penting Untuk Memberi Perlindungan Untuk Produk Maupun Karya Seseorang. Tentulah untuk Kamu yang sekarang sudah punya produk maupun karya sendiri, maka Kamu dapat untuk mendaftarkan hak paten kepada HKI (Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual). Tapi, untuk Kamu yang masih tidak paham seputar apa sebetulnya arti dari hak paten ini sendiri, maka sebaiknya Kamu mempelajarinya lebih dulu. Hal ini disebabkan, cara patenkan merk produk barangkali terkesan cukup rumit. Namun untuk sebagian orang yang telah paham seputar hak paten dan seperti apa alur didalam mendaftarkannya, maka bakal tampak normal begitu saja.

Hak Paten

Namun rupanya tidak semua orang dapat mendatarkan hak paten. Hal ini karena cara patenkan brand sendiri cuma diberlakukan untuk orang maupun sekelompok orang yang sudah punya invensi ataupun penemuan, hingga mempunyai hak untuk mendaftarkannya kepada dirjen HKI. Umumnya pemilik hak paten ini dapat memegang hak paten itu sepanjang 20 tahun. Baru akhirnya setelah 20 tahun hak paten balik lagi sebagai milik umum hingga boleh dipakai oleh siapa saja tanpa izin. Untuk masa pendaftaran juga dilarang sembarangan. Maka sebaiknya bila sebelum produk di publish Kamu segera dan secepatnya mendaftar hak paten dari produk Kamu itu. Umumnya untuk sebuah permohonan hak paten itu sendiri dapat memakan waktu 3 sampai 6 tahun lamanya.

Untuk cara patenkan produk sendiri Kamu dapat langsung menuju HKI (Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual) untuk mendaftar produk atau inovasi yang sudah Kamu hasilkan sebelum-sebelumnya.

Hak Kekayaan Intelektual

Umumnya Kamu dapat mengajukan deskripsi seputar produk yang sudah dihasilkan yakni mengenai latar belakang produk dan fotonya. Nah, sementara cara patenkan produknya ialah sebagai berikut.

Langkah yang pertama pengajuan hak paten yakni dengan mengisi form yang sudah tersedia didalam Bahasa Indonesia diketik rangkap 4. Berikutnya pemohon diharuskan untuk menyertakan sejumlah berkas berikut antara lain, fotokopi akta pendirian, fotokopi KTP yang dilegalisir, fotocopy peraturan kepunyaan bersama bila berbadan hukum, surat pernyataan yang mengatakan jika logo itu benar punya Kamu dan yang lainnya disini.

Lalu langsung isi formulir yang sudah diberikan dengan lengkap sesuai dengan data maupun berkas yang Kamu punya. Perhatikan ketika pengisian musti dilakukan dengan teliti dan betul sebab mulai dari sinilah pengajuan hak paten Anda akan diproses. Maka dari itu, pastikan bahwa pengisian data tidak ada yang salah. Setelah selesai melakukan pengisian form lalu serahkan pada petugas maupun staff HKI dengan berikutnya membayarkan tarif pengajuan hak merk. Setelah tiba di langkah itu sudah tuntas, Kamu hanya harus menunggu hak paten diterima yang berlaku sepanjang 20 tahun. Sementara untuk tahun berikutnya setelah 20 tahun itu, maka tidak berlaku lagi hingga orang lain juga dapat memanfaatkannya tanpa musti izin Kamu sekalipun. Lain halnya bila hak paten masih berlaku lalu didapatkan seseorang yang tidak izin memakai hak paten Kamu, maka orang itu harus dikenakan denda serta sanksi yang menjadi gantinya konsultan pendaftaran merek.

Sementara untuk permohonan pengajuannya sendiri Kamu dapat melewatinya dengan Tiga pilihan tempat berikut yang pertama yakni dengan langsung menuju HKI (Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual), yang kedua menuju Kuasa Hukum Konsultan HKI yang terdaftar, dan yang terakhir yakni menuju Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Asasi Manusia RI seluruh Indonesia. Sehingga Anda bisa memilih satu diantara tiga tempat tersebut. Jika Anda tidak mau direpotkan dalam mengurus hak paten ini, maka sebaiknya bila Kamu mengajukannya segera ke Kuasa Hukum Konsultan HKI yang terdaftar. Tapi sesuai dengan pengajuannya yang tidak begitu susah, maka Kamu musti lebih dalam membayarnya. Namun Kamu tidak harus susah payah hingga bakal menghemat waktu untuk mengurusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.